
Seluruh pasang mata seketika menoleh bersamaan. Suara itu membuat seluruh bulu kuduk berdiri, memacu kerja jantung meningkat. Kebingungan melanda mereka semua.
Woy…apaan tuh?’celetuk Roy’
Sedangkan Ambar dan Tiara yang berada didekat pusat suara teriakan itu tepaku membisu, ditambah semilir angin dingin digunung.
Ra.. Ambar..kalian dengar kita kan? ‘teriak sabrina, resah’
Ra..tiara.. Ambar..ayo cepat bergabung kembali. ‘ajak syafira sembari teriak kencang’
Krusuk…krusuk..ha.ha..piuhh ‘haa..haaduhh!!! Capeknya lari ‘peluh Ambar dan Tiara yang datang tersengal-sengal’
Lu pada dari mana sih? Sambar Roy
Jefri yang hanya melihat perdebatan dipagi ini, geleng-geleng tersenyum.
Hwaaaaaaaaaaaa….hwaaa
Tuh..kan teriakan itu terdengar lagi. ‘sahut syafira ketakutan
Serem amat sih, teriak-teriak jam segini, kalo mau nanti malem biar horor.”celetuk Roy
Roy..!! ‘Ambar angkat bersuara
Iya sih lu ngomong sembarang. ‘toyor Tiara dan sabrina.
Mereka semua meneruskan jejak perjalanan untuk berburu sunrise di gunung gede. Dengan tertatih-tatih mereka susuri setiap jalanan gunung itu. Kicauan burung hilir mudik menemani mereka. Mereka melupakan suara teriakan itu seakan semua akan baik-baik saja.
Disisi lain Sabrina dan Roy masih sempat-sempatnya mereka bermesra ria menikmati keindahan gunung gede.
Seperti ada yang aneh diantara Sabrina dan Roy? ‘decak Ambar dalam hatinya.’
Hanya Ambar yang memerhatikan tikah laku kedua sahabatnya itu.
Holaaaaa…..”teriak Jefri memecahkan suasana”
Ampuun dah lu jef, ngapain sih teriak-teriak mulu?’sambar Tiara.
Hello.. kalian jauh-jauh kesini buat apa, hah?hah? Buat ngecash otak dan pikirankan agar lebih santuy””ujar Jefri nyengengesan.
Obrolan ringan sesekali membuat suasana menjadi lebih rame.
Wow..amazing!!!! “Gumam, Ambar diketinggian yang entah berapa mdpl
Ini dia nikmatnya kehidupan!!! ‘ujar Roy sembari meregangkan otot-otot di tubuhnya
Mereka melontarkan pujian itu saat menoleh ke bagian kiri gunung itu.
Seperti ada perkampungan didepan sana? Memangnya adakah kehidupan digunung ini? ‘sahut syafira
Ya..iyalah..mereka leluhur zaman magantropus kali..hahah ‘jawab Jefri santai
Ada kejadian janggal yang terus membuat Ambar terpaku heran sekaligus serem. Saat sahabat-sahabatnya bercakap-cakap, seperti ada pasang mata yang terus memperhatikan dirinya. Entah itu hanya perasaannya saja ataukan halu dipagi hari. Ambar enggan menceritakan semuanya terhadap semua sahabatnya.
Wah betul tuhh, disana sepertinya ada perkampungan.”sahut Sabrina”..
Mungkin kita bisa mampir, siapa tau ada banyak makanan yang bisa kita beli untuk perbekalan. “Sahut Ambar”
Masih dalam teka-teki besar, suara teriakan dari batu dibawah gunung gede tadi menjadi rasa penasaran yang tak terungkap.
Karena jarak terlalu jauh untuk mengejar sunrise di puncak sana, pada akhirnya mereka hanya menyaksikan sang mentari dipertengahan jalan menuju puncak.
Wahh.. bener banget disitu ada kehidupan. “Sambat Roy”
Mumpung persediaan makanan kita mulai menipis, inilah rezeki alam yang tak terduga ha..ha “sahut Jefri semringah”
Hahh!!!!…..”syafira terkejut dengan muka yang begitu panik


Tinggalkan komentar